Bagaimana Menjaga Nama Baik melalui upaya membangun Trust Building  

Seseorang bercerita kepada saya tentang kesulitan atau masalah yang sedang dihadapinya. Masalah ini menyangkut nama baik atau “ketidakpercayaan” orang lain terhadap dirinya. Disinilah saya kembali berfikir bahwa untuk membangun nama baik ternyata adalah dari sekumpulan perilaku kita terhadap siapapun (bukan hanya terhadap seseorang yang saat ini sedang bermasalah dengan kita), yang kita telah bangun dalam hitungan 5-10 tahun sebelumnya. Proses perjalanan membangun nama baik ini bukan sebuah hal yang bisa dianggap enteng.

Ada lagi kasus lainnya dimana seorang sahabat dari seseorang yang saya amati perilakunya setiap hari, yaitu seseorang yang merasa dirinya adalah manusia super Dominan dengan profesi seorang Broker dengan pengakuan bahwa dia adalah seorang pengusaha, merasa bisa menaklukkan relasi bisnisnya dengan sangat mudah. Maka dalam setiap gerakannya, yang dia fikir bahwa orang lain tidak mengetahui apa yang dia kerjakan dan dia juga tidak pernah berfikir bahwa satu dan dua kali trust seseorang hilang darinya, maka sahabatnya pun tentu akan berfikir dua kali jika harus berbisnis lagi dengannya.

Perilaku tidak amanah, merasa tindakan nya mengkhianati teman bisnisnya sebagai sebuah tindakan yang benar pada akhirnya akan “kena batunya” diujung perjalanan bisnis dan karirnya. Ujungnya yang menentukan adalah dirinya sendiri. Jika banyak sekali orang-orang disekitarnya yang dia khianati, maka akan dengan mudah pihak lain pun mengkhianati dia dan sebagaimana seorang penipu, dia akan selalu berfikir bahwa yang jago menipu hanyalah dirinya.

Didalam dunia bisnis, kuda liar, macan liar, itu sangat mudah datang dan pergi. Hal ini dilakukan tanpa berfikir bahwa hidup ini tidak hanya terjadi dalam hitungan satu atau dua bulan kedepan. Maksudnya adalah, ketika orang seperti ini memiliki kasus dengan partner bisnisnya, karena dia pada hari itu bisa mendapatkan ‘hasil rampasan perang’ dalam jumlah misalnya saja 1 milyar, maka dia merasa bahwa dia akan bisa hidup layak dan membeli semua impiannya. Ternyata, setelah lima tahun berlalu, dia mengalami kebangkrutan di dalam bisnisnya. Upaya apapun yang dia lakukan akan sangat sulit karena trust building dari teman-temannya telah hilang.

Inilah fenomena di dunia bisnis dimana Integrity menjadi barang langka. Ketika satu kali saja kita menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan atau goal bisnis kita, maka kita tidak bisa lagi mencari jalan yang lurus kecuali kita benar-benar memperbaiki diri dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang pernah tersakiti. Tanpa kita sadari, sebenarnya dalam hidup kita ini, ada banyak sekali pihak yang harus kita hargai dan kita hormati sebagaiman kita menghargai kedua orang tua kita. Mengapa demikian? Orang tua kita adalah pihak yang sangat berjasa dalam hidup kita karena memberikan nafkah kepada kita. Lalu apa bedanya dengan seseorang yang memberikan bisnis dan income kepada kita, bukankah partner bisnis ini harus dihargai dan mendapatkan penghargaan dari kita, tanpa justru meninggalkan dan mengambil langkah –langkah tidak terhormat dan menghilangkan ‘lumbung padi’ bagi rekan bisnis kita ini?

Menjaga nama baik tidak semudah mengucapkannya. Seribu kali pun kita menyebutkan kepada banyak pihak bahwa saya adalah orang yang bisa menjadi amanah. Bahwa saya adalah seseorang yang bisa dipercaya, maka ucapan ini seperti buih dilautan, tidak akan masuk kehati dan tidak akan memperbaiki gelas yang telah retak. Yakinlah bahwa sebenarnya ada Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala perilaku kita. Jika kita meyakini bahwa hidup ini hanya sandiwara dan tempat bermain sesaat saja, maka berikanlah yang terbaik di dalam setiap goresan cerita kehidupan kita.

Belum tentu pihak yang Anda zholimi , dan terlihat lemah akan menjadi lemah karena perilaku pengkhianatan yang Anda lakukan. Bisa jadi, roda akan berputar, justru suatu saat nanti, Anda akan melihat kejayaan pada dirinya yang tadinya lemah. Ya, roda itu berputar.

Jika kita yakin bahwa roda akan berputar, maka jangan ragu untuk memberi (berderma) dan jangan khawatir mendapatkan perilaku pengkhianatan dari rekan bisnis atau staff kita sendiri, karena  semuanya akan mendapatkan tempatnya kembali hanya dalam waktu 5 atau 10 tahun kemudian.  Namun bukan berarti kita membiarkan unta yang kita miliki tidak kita ikat atau membiarkan ada peluang penyalahgunaan wewenang tanpa kita buatkan kunci-kuncinya. Usaha yang maksimal tetap dilakukan dan merupakan fitrah insani untuk melakukan usaha, dan jika kepercayaan yang diberikan itu diabaikan, maka yakinlah bahwa kehancuran akan menimpa kepada pihak yang berkhianat. Itulah sekelumit rumitnya gambaran untuk membangun trust building.

Pun ketika kita pertama kali bertemu dengan seseorang, pastinya sulit sekali bagi kita untuk mempercayai seseorang tersebut tanpa adanya referensi. Misalnya, Anda mengenali seseorang ini hanya dari dunia maya (google), maka pastinya tidak akan mudah bagi Anda menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Pastinya Anda akan mengambil langkah-langkah antisipasi karena tidak ada yang mereferensikan seseorang ini bukan? Bayangkan ketika Anda memiliki seorang sahabat dan berbisnis dengannya, lalu tiba-tiba sahabat Anda ini bisa saja mengkhianati Anda, maka apatah lagi terhadap orang yan belum pernah kita kenal perilakunya setiap hari bukan?

Mengamati perilaku orang setiap hari untuk kemudian yakin bahwa mindsetnya sudah benar, sehingga mau bekerjasama dengannya terlihat sangat rumit bukan? Mengapa tidak mencoba mencari sebuah alat test yang mampu memberikan potret diri seseorang yang akan menjadi partner bisnis kita ini, hanya dalam goresan tanngannya. Gunakanlah graphology untuk membuat Anda mudah dan cepat di dalam memahami partner Anda ini. Apakah partner Anda adalah sosok yang bisa dipercaya ataukah tidak? Graphology mampu menjawab hal ini. Jakarta, 7 Oktober 2014. Asri Novita

Iklan

Published by: Asri

Di usia yang tidak muda lagi ini, menjelang 40 tahun, saya ingin memberikan sharing knowledge mengenai ilmu yang telah saya miliki kepada rekan-rekan semua agar lebih cepat sukses dalam meniti karir dan menjadi seorang pengusaha

Kategori ArticlesMeninggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s