Indikator Sukses dalam Kinerja

Indikator sukses dalam berkinerja baik dan excellent di dalam perusahaan sudah ditetapkan cara dan strategynya yaitu melalui Key Performance Indikator. Dengan adanya kejelasan indicator kinerja ini, maka tidak mungkin lagi seseorang karyawan untuk melakukan upaya ‘carmuk’ atau cari muka di depan bos atau atasannya. Mengapa demikian?

Sebagaimana kita pahami bersama bahwa ada tipe orang yang sangat ekspresive (ekstrovert) atau aktif dan ada juga yang pasif atau introvert.  Ketika si extrovert ini bekerja, terkadang tidak pernah mencapai target yang dibuat dan telah disepakati bersama sementara itu seorang introvert mudah sekali mencapai target yang telah disepakati karena ternyata si introvert ini mampu mengukur kelebihan dan kekurangannya sehingga dia mudah sekali melangkah pada tahap berikut pekerjaannya karena dia mampu mengukur dirinya. Adapun seorang yang ekstrovert, biasanya dia akan mudah sekali menjelek-jelekkan rekan kerjanya yang introvert ini dihadapan atasannya (bosnya) karena memang keahliannya adalah untuk ‘carmuk’. Upaya apapun terkait yang namanya carmuk, merasa diri hebat dan sejenis ini, sudah tidak zamannya lagi dipelihara, karena KPI akan memberikan arah dan ukuran yang jelas bagi manager (atasan). Namun akan berbeda jika ternyata si atasan ini cenderung untuk berperilaku tidak objective. Si atasan ini misalnya senang sekali disogok demi menuliskan angka yang bagus pada staff (subordinate)nya hanya demi alasan ‘kita kan friend dan biasa nongkrong bareng’.

Itulah sekelumit kondisi bahwa mengimplementasikan penilaian kinerja menjadi sedemikian rumit karena sistem yang ada tidak dibangun dengan sebuah komitmen untuk menilai secara objective. Seperti apapun kuatnya sistem yang dibeli, jika manusia yang menjalankannya ternyata manusia yang tidak ingin ikut pada aturan sistem, maka berarti manusia tersebut telah meruntuhkan rumah yang dibangun oleh team lainnya. Apakah Anda pernah menjadi atasan yang demikian? Semoga saja tidak.

Permasalahannya lagi terletak bukan pada kesengajaan seseorang atasan untuk memberikan penilaian subjective kepada subordinatenyam tetapi hal ini terjadi bisa tanpa disadari karena berkembangnya iklim gossip yang tidak baik di lingkungan kerja. Misalnya, ternyata seseorang yang introvert tadi itu, memiliki kelemahan berupa xxxxx, atau kehidupan yang serba kekurangan (miskin), dan lain sebagainya sehingga penilaian yang tadinya ingin diberikan seobjective mungkin, akhirnya menjadi subjective hanya karena terbangun isu negative tentang masalah pribadi yang mungkin saja tidak terkait dengan kinerja dan KPI nya.

Banyak sekali riak-riak yang terjadi di Indonesia dalam upaya membangun performance appraisal yang objective ini, terutama ketika adanya kesepakatan bahwa tahun ini semua atasan memberikan nilai BB+ untuk subordinatenya walaupun sebenarnya nilai subordinate dibawah itu, hanya karena untuk membuat si subordinatenya  ini mengalami kenaikan gaji, sehingga jika naik gaji, tentu si subordinate ini akan lebih loyal kepada atasannya sehingga atasan bisa ‘menyuruh’ hal-hal terkait urusan pribadi. Atau sering sekali dibuat ‘arisan’ yaitu sebuah kesepakatan agar semua nilai nya bagus, padahal ternyata kinerja perusahaan secara umum sedang anjlok. Jika demikian, maka ternyata manajemen harus memiliki banyak sekali strategi untuk tidak ‘dibohongi’ oleh bawahannya.

Perilaku berbohong, tentunya fenomena yang umum terjadi di dalam kehidupan kita, termasuk di dalam hubungan dengan pasangan dan anak-anak kita. Bagaimana Anda mampu menangkap bahwa orang-orang disekitar Anda sedang berbohong ketika Anda bertanya kepada mereka? Ikutilah pelatihannya pada event kami di tanggal 30-31 Oktober yaitu Powerful Investigative Interview, maka akan menambah wawasan dan skill Anda untuk menjadi ahli dalam analisa kebohongan melalui ekspresi wajah. Jakarta, 7 Oktober 2014. Asri Novita

Iklan

Published by: Asri

Di usia yang tidak muda lagi ini, menjelang 40 tahun, saya ingin memberikan sharing knowledge mengenai ilmu yang telah saya miliki kepada rekan-rekan semua agar lebih cepat sukses dalam meniti karir dan menjadi seorang pengusaha

Kategori ArticlesMeninggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s