Lembaran Hidup

Torehkan tinta emasmu di dalam setiap lembaran hidupmu dengan  beramal menurut keyakinan dan prinsip hidupmu.

Mencari ilmu adalah sebuah keharusan, karena tidaklah mungkin kita beramal tanpa ilmu yang jelas dan sumber yang jelas. Kumpulan ilmu yang telah kita dapatkan akan bisa kita gabungkan dengan beberapa ilmu dari disiplin ilmu yang lainnya sehingga jika bermanfaat untuk kemaslahatan umat, sebaiknya ilmu kita tersebut memang mendapatkan tempatnya sendiri untuk diamalkan. Karena ibarat buah, jika ilu tidak diamalkan atau di praktekkan atau di “sharing” maka dia tidak akan memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar kita.

Pada saat usia kita masih dibawah 17 tahun, pastinya kita memiliki masa-masa dimana kita masih mencari jati diri. Terkadang pun masih mencari pegangan hidup dan terkadang masih goyah dengan berbagai arus pemikiran. Lalu ketika kita masuk pada usia dewasa yaitu pada usia 17-25 tahun, kita mulai memilih ilmu dan prinsip hidup seperti apakah yang cocok untuk diri kita. Lalu pada usia 25 – 30 tahun kita mulai mentransfer knowledge dan keyakinan kita tersebut kepada orang lain, termasuk kepada anak didik dan anak kandung kita.

Jika Anda saat ini sudah berusia diatas 30 tahun, tentunya tidak mungkin kembali kepada masa-masa labil (seperti ana usia dibawah 17 tahun yang masih mencari jati diri), namun menurut analisa dan pengalaman saya. Terkadang, sebagai manusia (yang penuh khilaf dan mudah lupa), begitu mudahnya kita goyah terhadap keyakinan dan prinsip hidup kita, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kenikmatan dunia. Analisa ini juga saya tujukan kepada diri saya sendiri, dan juga mungkin sedang Anda alami, betapa lembaran hidup kita jika kita buka setiap lembarnya, ternyata masih berada pada area abu-abu.

Ya sebuah area dimana kita tidak bergerak maju dan melakukan lompatan-lompatan spektakuler di dalam hidup kita, ternyata penyebabnya karena hati kita sering diselimuti oleh awan mendung, yaitu dimana kita sering sekali melihat kejelekan orang lain, lalu kita tidak berusaha memperbaiki orang lain tersebut dan suasana kerjasama dengan orang tersebut pun  tidak memberikan kemajuan apa-apa di dalam lembara hidup kita. Dan sayangnya, kondisi ini hanya banyak terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia.

Ternyata di Negara maju, mereka tidak mudah untuk hanya jalan di tempat di dalam hidupnya. Mereka selalu maju ke depan, berfikiran maju beberapa langkah ke depan dalam waktu yang sangat cepat sehingga menyebabkan mereka layak disebut sebagai negera maju.

Kondisi ini memang tidak baik jika terus membuat lembaran hidup kita kembali menjadi abu-abu dan mungkin juga menjadi lembaran kelam. Kondisi ini memang disebut sebagai kondisi “Perjuangan” yang harus diperbaiki dengan upaya-upaya konkret dengan cara membangun kepribadian yang unggul dari hari ke hari, bahkan dari setiap detik ke detiknya. Diperlukan ‘obat’ untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, salah satu obatnya adalah dengan berkomunikasi dari hati ke hati. Mengapda demikian? Setiap kita berkelompok, pastinya ada banyak guratan emosi berbicara disana. Namun hidup secara berkelompok (tidak sendirian), itu ternyata lebih baik daripada hidup sendirian.

Lembaran hidup kita, siapakah yang menentukan? Apakah ia adalah sebuah takdir dari kuasa yang tidak bisa kita ubah? Ataukah upaya dari diri kita sendiri untuk memberikan yang terbaik dari setiap waktu yang telah secara gratis diberikan kepada Yang Maha Kuasa untuk kita kelola. Jawabannya tentu sudah Anda pahami dan keyakinan serta prinsip hidup Anda akan mampu menjawab pertanyaan ini dengan baik. Kata kuncinya adalah gunakan waktu (masa muda)mu sebelum tiba tua mu, gunakan sehatmu, sebelum sakitmu.

Selamat berjuang mengisi lembaran hidup yang penuh warna—warni Indah di dalam hidupmu. Jakarta, 13 Oktober 2014.

Iklan

Published by: Asri

Di usia yang tidak muda lagi ini, menjelang 40 tahun, saya ingin memberikan sharing knowledge mengenai ilmu yang telah saya miliki kepada rekan-rekan semua agar lebih cepat sukses dalam meniti karir dan menjadi seorang pengusaha

Kategori ArticlesMeninggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s