Pelajaran Dari Film : Survivor tentang Loyalitas & Kompetensi

Film survivor sangat menarik untuk kita memperdalam pelatihan yang pernah kita ikuti, yaitu Powerful Investigative Interview. Betapa tajamnya seorang Kate atau Abbot di dalam mengetahui bahwa ada seorang penyusup berbahaya bagi negaranya atau bagi negara tempat Kate bertugas. Kate adalah seorang yang sangat cerdas, bahkan kecerdasannya membuat beliau mampu menduduki posisi karir yang cukup tinggi yaitu beliau menjadi Kepala Keamanan di Bandara (dan pernah menduduki berbagai posisi penting). Beliau adalah sosok perempuan yang sangat tegas, bahkan tidak mau tugas dan tanggung jawabnya dikendurkan oleh teman sekantornya yaitu Bill. Pada bagian pertama ini, kita belajar dari seorang sosok Hero perempuan yang bernama Catherine Abbot. Beliau tidak mudah disuap untuk melepaskan 1 orang saja agar mendapatkan visa. Beliau sangat jeli menangkap bahwa ada penyusup yang berbahaya. Beliau sangat loyal pada SOP yang ditetapkan dan beliau adalah karyawan yang merupakan asset bukan hanya di departemen Keamanan tempat beliau mengabdi, bahkan beliau melampaui semua prestasi teman -temannya yaitu beliau mampu menjadi seorang Hero yang mengabdi kepada Negara dan ingin menyelamatkan nyawa banyak orang.

Inilah contoh sosok pahlawan yang bisa kita imajinasikan di tempat kita bekerja. Negara bagi kita adalah perusahaan tempat kita bekerja dan tempat kita mengabdikan diri kita. Walaupun secara pribadi, jika kita adalah seorang yang ambisius, tentunya kita sangat ingin mencapai impian pribadi kita, misalnya menjadi seorang HRD Manager/Marketing Manager/Broker/pengusaha/trainer/artis. dll tidak menyebabkan kita merasa “bahwa saya atas nama profesionalisme” maka saya hanya ingin menjadi seorang HRD Manager, sehingga menyebabkan saya tidak harus loyal dengan tempat saya bekerja. Cukuplah saya loyal terhadap profesi saya sebagai seorang HRD/Marketing. Impian saya adalah karir saya terus meningkat walaupun berbeda-beda perusahaan yang saya masuki. Jika ini prinsip yang Anda pegang, maka ini adalah pendapat yang keliru. Mindset yang harus diluruskan. Mengapa demikian? Sejak kaki kita melangkah menjadi seorang HRD dan ingin naik karir kita keatas dengan cepat, maka loyalitas terhadap profesi tidak menyebabkan kita boleh meninggalkan loyalitas terhadap negara yang harus menjadi tempat kita mengabdi. Walaupun tidak ada satupun dari teman sekerja kita yang memiliki loyalitas pengabdian setinggi diri kita, maka biarlah kita menjadi teladan bagi yang lain. Misalnyapun, Anda ingin menjadi seorang Marketing Manager, dan saat ini, Anda tidak loyal dengan tempat Anda bekerja dan merasa mampu mengikat semua client agar loyal terhadap diri Anda saja, bukan kepada perusahaan yang Anda bawa, maka yakinlah bahwa setinggi apapun Profesi Anda sebagai seorang marketing, maka tidak akan menyebabkan tindakan tidak loyal tersebut dibenarkan. Misalnya dengan cara, Anda tidak sungguh-sungguh menjalankan tugas marketing yang Anda emban, lebih kepada upaya memperkaya diri sendiri dan networking pribadi. Maka yakinlah, suatu saat, tidak akan ada orang lain yang ingin menggunakan jasa profesi Anda. Artinya diri Anda tidak akan laku dijual dimanapun. Terlbih lagi jika Anda adalah seorang konsultan atau trainer, dan Anda tidak loyal terhadap SOP yang seharusnya dipatuhi, maka yakinlah bahwa profesi Anda tidak akan membuat Anda bersinar. Loyalitas adalah kunci kesuksesan yang harus Anda pegang dan perlu pembuktian. Loyalitas juga menjadi personal branding yang cahayanya tidak akan mampu ditutupi oleh apapun.

Kembali pada film ini, pelajaran berikutnya yang dapat diambil adalah seorang Hero seperti Kate, walaupun dia seorang perempuan, ternyata kompetensi sebagai seorang yang selalu berprestasi (Achievement orientation) selalu membuatnya tidak pernah menjadi orang nomer dua, dia selalu mampu menunjukkan watak seorang juara sehingga dia dijadikan sebagai asset negara. Bayangkan jika Anda diperlakukan sebagai seorang Star atau Talent ditempat Anda bekerja, tentunya hal ini harus diketahui oleh semua pemimpin perusahaan Anda. Jangan sampai terjadi bahwa karyawn ini merasa mendapatkan tugas yang luar biasa banyaknya, namun karyawan yang STAR ini tidak pernah mengetahui mengapa ada load pekerjaan yang luar biasa untuknya. Biasanya yang terjadi adalah, karyawan yang STAR ini akhirnya resign. pada film ini, ada seorang pimpinan yaitu Duta Besar (perempuan), yang tidak mengetahui bahwa seorang Kate adalah seorang yang patuh terhadap SOP dan dia selalu membela negara. Ketidaktahuan ini bisa jadi karena ketidak kompetenan dari seorang Duta Besar. Atau bisa juga terjadi karena rasa tidak simpati atau tidak empati yang ada pada dirinya sehingga salah dalam memberikan penilaian. Sehingga arah yang dituju oleh Kate (pahlawan) berbeda dengan arah yang ditempuh oleh seorang pemimpin seperti Ibu Duta Besar ini. Untungnya, Kate didukung oleh seorang yang sangat kompeten, yaitu Sam (yang merupakan orang yang dipercaya oleh Ibu Duta Besar). Kate diserang oleh berbagai pihak yang bisa jadi mereka semua adalah teman kantornya sendiri (namun sudah disuap), sehingga Kate berjuang seorang diri membela kebenaran.

Pembahasan ini mencakup loyalitas dan kompetensi dan kemudian akan saya hubungkan dengan pembahasan yang lebih advanced yaitu apa kaitannya dengan Investigative Interview. Dalam film action ini, Kate tidak banyak berkomunikasi dan begitu juga dengan berbagai teman yang membantunya, namun bahasa non verbal coomunication sangat tajam dan sering sekali dilakukan oleh seorang Kate. Dengan kecerdasannya, tidak juga gesitnya beliau dalam menggunakan perangkat canggih, seorang Kate juga sangat mahir dan jeli dalam menangkap bahasa non verbal atau body language. Terlalu banyak bagian tersebut di dalam film action ini, sehingga saya tidak dapat menguraikan satu persatu. Kesimpulan saya terhadap seorang Kate adalah kemampuannya luar biasa di dalam menggunakan semua kecerdasan yang dimilikinya sehingga kita perlu mencontoh sosok pahlawan dalam film ini.

Menjadi seorang pahlawan pada aman modern ini, seperti Kate-lah contohnya. Modern, loyal, competence, dan cerdas dalam menggunakan bahasa non verbal. Ini adalah proto tipe yang bisa kita sebut sebagai Role Model.Apakah Anda sudah menemukan Role model di dalam perusahaan Anda pada masing-masing profesi atau jabatan? Jika sudah, semoga Anda termasuk dalam jajaran Role Model tersebut.

Iklan

Published by: Asri

Di usia yang tidak muda lagi ini, menjelang 40 tahun, saya ingin memberikan sharing knowledge mengenai ilmu yang telah saya miliki kepada rekan-rekan semua agar lebih cepat sukses dalam meniti karir dan menjadi seorang pengusaha

Kategori ArticlesMeninggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s